Percaya pada pemerintah akan mengambil langkah-langkah penting
Jakarta (KABARIN) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dalam menghadapi gejolak ekonomi global yang saat ini berdampak pada berbagai sektor, termasuk kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax.
Usai menghadiri peringatan Hari Kewirausahaan dan UMKM Nasional 2026 di Jakarta, Rabu, Cak Imin mengatakan kondisi ekonomi dunia tengah mengalami tekanan yang perlu dihadapi secara bersama-sama dengan sikap optimistis dan tidak panik.
"Ya tentu ini ekonomi global sedang bergejolak, harus kita rapikan, rapatkan barisan, tetap bersama-sama menghadapi itu dengan tenang," kata Cak Imin.
Ia juga meminta masyarakat untuk tetap percaya kepada pemerintah dalam mengambil berbagai kebijakan yang diperlukan guna menjaga stabilitas perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global.
“Percaya pada pemerintah akan mengambil langkah-langkah penting," ujarnya.
Menanggapi kemungkinan dampak kenaikan harga BBM terhadap daya beli masyarakat, khususnya kelompok kelas menengah, Cak Imin memastikan pemerintah akan menyiapkan langkah-langkah perlindungan sosial bagi masyarakat yang terdampak.
"Pasti, pasti," katanya saat ditanya mengenai antisipasi pemerintah terhadap dampak kenaikan harga energi.
Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 (RON 95) meningkat dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter. Adapun harga Pertamax Turbo (RON 98) tetap berada di level Rp20.750 per liter.
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menjelaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan setelah melalui koordinasi dengan pemerintah sebagai regulator serta evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan harga pasar keekonomian.
"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," ujar Roberth dalam keterangannya, Selasa (9/6).
Kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut memunculkan kekhawatiran terkait potensi tekanan terhadap daya beli masyarakat. Namun pemerintah memastikan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memberikan perlindungan bagi kelompok yang terdampak.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026